You are here:   Start Lembar Puisi Renungan Indah
Renungan Indah PDF Print E-mail
Written by WS Rendra   
Thursday, 01 April 2010 14:41

DuniaSeringkali aku berkata,
ketika semua orang memuji milikku,
Bahwa sesungguhnya ini
hanyalah titipan.

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya.
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya.
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya.
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya.
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: mengapa Dia menitipkan padaku?


Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika: aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah… “ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”.

Renungan Indah
Oleh alm. WS Rendra
Semoga Allah selalu merahmati beliau


blog comments powered by Disqus
Last Updated on Thursday, 01 April 2010 21:30
 

Info Semarak Ramadhan di Frankfurt & sekitarnya

Inspirasi

Doa, Senyum dan Kemenangan
Bersihkan diri dan hati. Mendekat dan berdoalah, sambil te...
Kunci
Segala sesuatu ada kuncinya untuk bisa dibuka. Wudhu adalah ...
Solusi
Andai kesusahan adalah hujan, dan kesenangan adalah mataha...

Opini

Jakarta, Tempat Berkarir Paling Beresiko Kedua di Dunia
Indonesia, negeri yang termasuk negara yang paling terpengaruhi oleh korupsi di dun...
Genteng Bocor
Suatu sore di sebuah rumah, tinggal empat mahasiswa yang baru saja diterima di sala...

Nasihat

Bungkus Godaan Setan
ثَوْبُ إِغْرَاءِ الشَّيْطَانِ Bungkus Godaan Seta...
Refleksi Pertama
Keberhasilan nampak bagaimana orang bisa menyingkap rahasia kehidupan. Sangat manus...

More blog posts

Renungan Indah
Seringkali aku berkata,ketika semua orang memuji milikku,Bahwa sesungguhnya inihanyal...
Rumah Bahagia
Ini kisah tentang sebuah cerita,yang mungkin cuma sebuah mimpi.Cerita sebuah rumah ba...

Who's Online

We have 529 guests online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter